Kamis, 29 November 2012

Dear November


Dear November,

Bulan November mungkin memang identik dengan hujan, sendu, melow drama, yah dan sebagainya lah. Tapi nggak buat semua orang juga sih, ada juga yang menganggap bulan ini bulan istimewa. Karena mereka menikah di bulan ini. Atau mungkin ada yang diwisuda bulan ini. Dapet peningkatan karir di tempat kerja, ketemu sahabat lama, merayakan hari jadian. Yah banyak lah pokoknya.


     November 2012, banyak hal gue alami. Tentang hal baru, pelajaran baru. Tentang kesunyian dan kebimbangan yang entah datang dari celah hati yang mana. Di bulan ini gue dapet panggilan interview kerja di dua tempat. Yang pertama untuk jadi pengajar di salah satu tempat bimbel di Depok. Baru interview sih, dan sejauh ini belum ada panggilan lagi. Dan yang kedua ini yang keren, gue dapet panggilan untuk mengisi posisi barista di salah satu kafe di Jakarta. Ya, barista tau kan ? penyaji kopi. Sebuah job yang udah bikin gue jatuh cinta sejak pertama kali gue liat liputannya di tv.
     3 November yang lalu gue ngelamar dan setelah menunggu dengan berdebar - debar, Selasa 20 November malam, gue ditelepon. Suara yang manis manja grup di seberang sana mengatakan gue ditunggu kehadirannya besok (Rabu) di 1-15 coffee, Gandaria, Jakarta Selatan. Esok harinya gue penuhi panggilan itu. Dan jadi harus pulang malem deh, setelah interview kelar. Semua gue alami malam itu, menjamahi sudut Jakarta yang kian angkuh, sampai bermacet - macet ria di angkutan Bhinneka tunggal kopaja. Tapi malem itu gue bener - bener merasa hebat dan bahagia, sampe rumah terus mandi dan istirahat sambil berharap gue dapet job ini.

     Di bulan ini juga gue dapet permintaan dari temen buat bikin gambar karikatur dia sama cowoknya. Biasa, buat hadiah 2nd anniversarry mereka ciee...cieee.... Gambar selesai, gue pun ketemuan sama dia. Ngasih gambar sambil ngobrol sebentar di SMA negeri 3 yang makin banyak berubah.


Dear November,
tentang keceriaan dan sebuah makna yang mungkin belum ku pahami
tentang kehilangan yang aku pun tak mengerti,
tentang kebebasan yang ingin terus ku perjuangkan,
tentang lamunan dan harapan


Dear November,

kamu udah mau pergi aja.
Tidakkah kau bosan ? datang setahun sekali dan lalu menghilang



Hmmm,,,, itulah seberkas kisah gue di bulan November. Dan bulan yang luar biasa ini pun siap pergi dengan lembut, bersama semua pelangi dan gerimis yang mewarnai sketch datar di dalam tiap celah hari yang telah kulalui...

Good bye November,,,,


0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar:

Posting Komentar