Jumat, 08 November 2013

Tentang Sore


Sore hari, bisa dibilang adalah sebuah batas antara siang dan malam.
Sore itu pintu masuk dari dunia terang menuju dunia yang lebih temaram.
Sebuah margin antara kehidupan benderang dan kehidupan yang diterangi lampu malam.

Sore ibarat jendela, dimana ia membatasi sebuah ruang dengan ruang lainnya.

Sore adalah waktunya kembali pulang, bagi mereka yang memiliki tujuan pulang.
Sore adalah sebuah hadiah, yang biasa kamu lalui dengan bersenda gurau serta ngobrol - ngobrol dengan kawan - kawan mu. Sebagai penghargaan dari kerja keras mu seharian.


Sore adalah garis start, bagi mereka yang melakoni kehidupan malam.
Sore adalah irama serta nada manis, bagi mereka yang tengah menyusun lirik untuk lagu cinta.
Sore mungkin adalah sebuah simfoni pilu, bagi mereka yang menyimpan secarik cerita kepedihan.
Sore adalah pertanda, pulangnya orang - orang tersayang.
Sore adalah kepulan asap, dari secangkir capuchino panas.

Inilah sore.
Kenapa sore ?
Kenapa aku tidak memilih untuk menggunakan kata senja ?
Senja mungkin terlalu tinggi. Kata itu biasa digunakan para penyair untuk menyusun sebuah puisi penuh rasa, yang tidak semua orang bisa memahaminya.

Aku memilih kata sore, karena lebih sederhana.

Sesederhana sore itu sendiri, dimana dengan cara sederhana kita masing - masing, kita bisa menikmatinya.
0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar:

Posting Komentar