Senin, 24 Maret 2014

This Weekend Story ( Gooners akan Baik - Baik Saja )

    Terbangun di hari Sabtu yang cukup cerah. This is weekend maaan. Akhir pekan dimana gue mau sedikit menjauh dari semua gangguan sosial media. Juga dari semua game. Ini tantangan, dan gue harus lalui ini.
    Sepanjang weekdays, gue udah banyak kerjaan. Jadinya hari Sabtu ini gue mau stay di rumah aja, pengen bermalas – malasan tanpa tujuan. Menatap meja gambar yang di atasnya banyak terdapat WIP ( work in progress ) project. Terus teringat juga pelajaran bahasa pemrograman yang belum lanjut lagi. Semoga jadi weekend yang sempurna.
    Banyak yang bisa gue kerjain, mulai dari ngeberesin alat – alat gambar atau sedikit ngerapiin kamar.  Meskipun setelah itu gue acak – acakin lagi, karena lebih terlihat natural dan menyenangkan. Sepanjang hari itu, semua berjalan seperti  lagu indie yang mengalun dalam tempo sedang, dengan lirik yang anti mainstream. Intinya asik lah.
                                                      ………………

    Hari menjelang sore, warna langit berubah redup. Seperti perasaan seseorang yang juga meredup halah… Malam minggu menjelang. Derby London antara Arsenal vs Chelsea akan segera tersaji. Tapi nggak tayang di tv lokal, sial. Ya udahlah, nanti tinggal pandangin timeline, juga tau scorenya. 

Dan…..

Dengan menyebut nama Wenger yang malam itu menjadi laga ke seribunya. Babak pertama usai dengan keunggulanan London biru 4 – 0. Haaanjirrrr ! whats wrong with gunners ? whats wrong with The Professor ?


Mengingat ini partai big match, rasanya heran aja. Arsenal udah harus ketinggalan 4 gol dan kehilangan Kieran Gibbs yang di kasih kartu merah. Sementara gooners kehilangan senyum.

Pertandingan berlanjut, dan kembali, melalui timeline gue tau hasil akhirnya 6 – 0. Sepertinya malam itu Wojciech Szczesny terlalu baik, ia dengan sangat ramah mempersilahkan squad om Jose Mourinho mencetak gol. Arsenal kalah lagi, enam gol lagi, gue nggak apa – apa *mencoba tegar*.

Malam semakin larut, gue pun terlelap ditengah penayangan film Transformer.

                                                      ………………

    Minggu pagi, semua berita olahraga menayangkan hasil Liga Inggris semalam. Duo Manchester menang, Liverpool menang, Chelsea menang….. tabel klasemen pun serasa menyesakkan. Mungkin sama menyesakkan ketika lu tau, pasangan lu jalan sama sahabat lu sendiri.

Kopi pagi itu pun terasa hambar.

    Tapi eh tapi, semua harus terus berjalan. Squad Arsenal pun tak akan selamanya tertunduk. Mereka juga harus bersiap lagi untuk pertandingan selanjutnya, so, everything will be okay.

    Jalan – jalan ah, sekitar jam 11 siang gue pun bawa motor keluar rumah. Menyusuri jalan yang dibilang sepi nggak, dibilang rame juga nggak terlalu. Sedari pagi, langit agak mendung hari itu. Mungkin orang banyak yang memilih untuk santai di rumah.

    Dari Depok, melalui jalan Margonda, ambil kearah Pasar Minggu dan terus lurus menuju Jakarta. Terus di bawah fly over daerah Tanjung Barat, gue ambil jalan ke kanan. Lewat jalan di sebelah jalan tol. Di tengah perjalanan yang nggak jelas arah dan tujuannya itu, gerimis pun mulai turun. Tapi rupanya hanya sesaat. Gue masih terus mengikuti jalan itu, sampe lewat dari jalan masuk menuju kampus Unindra. Masih lurus tuh, akhirnya ketemu putaran. Baru deh muter balik dan kembali menuju Depok, pulang, nggak jelas banget emang.

    Menyusuri jalan tadi, melalui Tanjung Barat, Lenteng Agung, terus kembali ke Margonda. Melintas dekat jembatan penyeberangan yang masih dalam tahap pembangunan, di salah satu pilarnya sudah nampang sebuah karya wheatpaste. Karya seorang seniman jalan yang entah siapa namanya. Keren sekali.

    Perjalanan mendekati akhir saat gue masuk jalur GDC ( Grand Depok City ) perumahan yang katanya elit, tapi jalannya somplak dan penuh lubang. Jalan yang kalau Jumat atau Sabtu malam lagi cerah, selalu di penuhi oleh abg dengan motor mereka. Pacaran nggak modal.

    Di jalan itu pula gue berpapasan dengan seorang pengendara motor yang pake jaket bertuliskan ARSENAL ! nggak tau deh, apakah dia gooners juga atau sekedar pake aja.

Ya kami kalah menyakitkan. Tapi kami tidak punya waktu untuk menangisi kekalahan itu, Sang Professor akan menyiapkan strategi baru, Arsenal akan terus berusaha, dan Gooners akan selalu berdiri di belakang mereka.

Sampai kapanpun...

0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar:

Posting Komentar