Rabu, 17 September 2014

Garuda, The Furious One -but ohh

Garuda yang kuat, berani, gagah, tidak takut pada apapun. Itulah konsep awal gue buat artwork ini. Garuda, The Furious One judulnya. Sebagai karya yang gue ikut sertakan dalam dalam satu kompetisi yang diselenggarakan oleh salah satu produsen motor asal Jepang.

Hmm tapi kok kurang yaah,
konsep sangat menjanjikan, ekspektasi pun cukup tinggi. But, oh i make a mistake, kurang serius dalam eksekusi. Jadilah, seekor garuda belagu yang keberatan ekor. Damned you !

Ketika ekspektasi tidak dibarengi dengan keseriusan berkarya, ya jangan berharap banyak. Kejanggalan dimana-mana, warna ya lumayanlah. Tapi apa artinya kalo dari awal garuda ini udah nggak seimbang proporsinya.



Perhatiin deh antara kepala, badan, sayap, kaki, dan ekor.
Kesalahan pertama:
oh my goodness !! where his neck ?
Enggak ada leher, kepala langsung nyambung ke badan.

Kaki udah cukup sikron lah dengan bentuk badan, tapi
Kesalahan kedua :
Apakah sayap itu benar - benar mampu membuat si garuda terbang ? tidak kah kau pikir itu telalu kecil Allesandro ? (siapa pula Allesandro).

Bagaimana jika kita lihat dari sudut pandang biologis ? Secara logika sepasang sayap itu tidak cukup mampu manahan massa sang garuda, terlebih lagi bergerak melawan hukum gravitasi, kesimpulannya, binatang satu ini tidak bisa terbang,, tidak punya leher dan tidak bisa terbang, ohh totally poor bird.

Lalu ekor ? eeeuh,, Kalo ekornya lebih ke visualisasi art seperti itu, seharusnya keseluruhan figur si garuda tidak menunjukkan seperti burung di kehidupan nyata atau real. Jadi yah beda tema dong.

So, mission failed !

Kesimpulannya adalah :
Come on man ! you can do better !!
Ini adalah satu fase yang memang harus gue lalui. Untuk mencapai titik yang lebih tinggi lagi, ya harus lewat titik ini. Garuda ini akan jadi satu pijakan untuk beralih ke karya lainnya yang harus lebih baik.


Cao !

0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar:

Posting Komentar