Jumat, 07 November 2014

Wall Painting 1 : First Action

Membuat satu karya ilustrasi di kertas bagi gue adalah hal yang biasa. Membuat dengan software juga udah biasa dan sering gue lakuin. Nah, bagaimana kalo action di tembok ? ini tantangan. 

Bermula dari keinginan seorang klien menghiasi tembok kamar untuk anaknya yang baru lahir. Maka ditugaskanlah dua orang artist canggung untuk menggarap project tersebut. Misi ditentukan : menghidupkan kembali tokoh metabee dan patlabor dalam bentuk gambar di dinding.

Planning disusun, semua hal diperhitungkan. Mulai dari letak objek, ukuran objek nantinya akan sebesar apa, dan lainnya. Langsung eksekusi.


Tahap awal, menggambar dengan pensil. Jika masih ada yang kurang masih bisa diperbaiki, jadi kesalahan bisa di minimalisir. Banyak hal harus dipertimbangkan. Yang cukup sulit yaitu memastikan bahwa gambar yang dibuat memiliki ukuran yang proporsional. Hal tersebut tentu lebih mudah jika menggambar di kertas. Tapi untuk di tembok, yang memiliki dimensi jauh lebih besar jelas harus teliti. Beberapa kali kami harus mundur sejenak, melihat dari jauh, untuk memastikan tidak ada bagian yang terlalu besar atau terlalu kecil.


Lanjut ke tahap selanjutnya, line art. Setelah selesai dengan sketsa pensil kini waktunya untuk spidol. Spidol digunakan untuk menimpa goresan pensil sebelumnya, sehingga garis - garis tadi lebih tegas dan nyata.




Line art selesai, tapi pekerjaan belum usai. Tahap selanjutnya adalah coloring, menggunakan cat.


Pengecatan pun tidak dilakukan sekali langsung selesai, proses kembali diulang untuk mendapatkan warna yang tegas dengan menimpa kembali sapuan cat pertama. Setelahnya, proses line art kembali dilakukan untuk menegaskan line art awal yang tertimpa oleh cat.


And Finally, mission completed.
0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar:

Posting Komentar