![]() |
| rain, image by google |
Hujan kembali menyapa pagi ini, saat dua pertiga Januari hampir berlalu. Awan mendung terhampar sejauh mata memandang langit. Titik-titik air mulai menciptakan genangan di beberapa sudut aspal jalanan.
Pagi yang damai itu terusik dengan kedatangan monster kecoa raksasa. Si monster jelek dan bau jamban mengacak-acak jalan Jakarta. Berbuat rusuh sambil berteriak :"Turunkan Ahok ! Jangan biarkan Jakarta dipimpin sama orang kafir !"
Sesaat kemudian datanglah ultraman dengan kostum penari balet. Seketika itu pula ultraman menyemprotkan baygon cair ke muka jelek monster kecoa. Ternyata ia kebal terhadap serangan baygon.
Merasa tidak bisa berbuat apa-apa, ultraman justru bergabung bersama monster kecoa. Berbuat onar dan berteriak :"I love Taylor Swift, i love Chelsea Islan, i love all beautiful perawan" Dan bersama mereka menari dengan lantunan lagu SNSD.
Cerita tadi hanyalah lelucon tidak lucu untuk memulai postingan pertama gue di tahun ini.
Bumi boleh basah dengan nyanyian hujan. Tapi kita harus tetap bergerak untuk berbagi kisah dan merayakan keriaan bersama semesta. Mungkin sudah terlalu telat untuk mengucapkan selamat tahun baru, tapi gue memang nggak mau ngucapin itu kok. Cuma mau sedikit berbagi cerita.
Mulai awal Desember lalu gue dapat job baru, ngajar kelas gambar untuk anak - anak. Jadilah banyak hal harus berubah. Rutinitas yang sebelumnya bebas, sekarang harus lebih pinter ngatur jadwal.
Yang sebelumnya jam 9 pagi masih pake kolor, ngopi di depan komputer sambil ngecek email masuk. Sekarang jam segitu udah stand by ganteng di tempat kerja. Sebelumnya keluar rumah
siang, sore, atau malam tanpa jadwal tetap. Sekarang berangkat pagi pulang agak malam, jadi fulltime anker (anak kereta). Jati diri gue di kehidupan yang lalu sebagai makhluk nokturnal pun harus berubah jadi manusia kebanyakan. Pagi berpetualang dan kembali ke rumah pada malam hari.
Dulu gue sering berfikir, kerja tetap 8 jam 6 hari dalam seminggu itu menyebalkan. Menghabiskan waktu dan membunuhmu perlahan. Gue sadar pandangan itu nggak selalu benar, semua hanyalah tentang persepsi.
Pertama, di lingkungan seperti apa kita bekerja. Sekalipun kita bekerja di bidang yang kita cintai, kalau lingkungan kerjanya nggak asik, kita pun nggak akan menemukan keasikan. Jika tempat kerja dipenuhi teman - teman yang asik, support, + ada temen kantor yang cakep kayak aura kasih dan masih single, dijamin tempat kerja akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan.
Kedua, soal waktu. Banyak orang salah persepsi. Mereka bilang : "Iya sih, punya pekerjaan tetap artinya kita juga punya penghasilan yang tetap. Tapi jadi nggak punya waktu"
Nggak selalu kok, itu cuma persepsi.
Kalo kata Austin Kleon, Anggaplah kita punya kepribadian ganda. Satu sisi kita bekerja dalam rutinitas, di sisi satunya tetap menjalani kehidupan lain jadi komikus, seorang drummer, atau penari balet misalnya. Bisa kok atur waktu. Di era yang terlihat serba sibuk ini batas antara pekerjaan dan
kehidupan lain diluar itu memang semakin samar. Tentunya kita harus punya energi ekstra untuk menjalaninya. Selama kita percaya untuk memenuhi ambisi yang kita anggap penting yaa harus di
perjuangkan dong ! Take an extra miles, no risk no fun.
Yang terakhir dan terpenting, Memiliki pekerjaan fulltime membuat kita belajar berkomitmen dan bertanggung jawab. Seasik-asiknya kebebasan sebagai freelancer, atmosfir berbeda jelas akan lo rasakan saat bekerja fulltime. Lo akan di tuntut untuk ini dan itu, selama job itu memang sesuai
dengan panggilan hati lo ya nggak masalah. Dari situ juga lo akan banyak belajar hal baru.
Ketika merasa bosan dengan kehidupan a beralihlah ke kehidupan yang b. Begitupun sebaliknya, dua kehidupan berbeda tadi jadi saling melengkapi. Karena dengan merasa bosan kita akan terus menemukan terobosan baru dalam menjalani kehidupan yang keren dan bermakna. Asiiiiik!
Dan akhirnya saran dari gue, dengarkan terus kata hati lo. Ada saatnya dia salah ada pula saatnya dia benar, tapi selama dia lo dengarkan lo akan dibimbing ke tempat yang tepat.
Just be who you want to be

