Kamis, 31 Desember 2015

2015 to 2016, The Swift of Life

Jika tiba - tiba dihadapan gue muncul seorang peri cantik dengan sosok kakak - kakak cakep. Rambut medium sebahu kecoklatan, kulit putih mulus, ukuran dada 36 B. Lalu dengan suara centilnya ia berkata "Jika kuberi kamu kesempatan untuk memutar waktu, kembali ke masa lalu untuk mengubah kesalahan yang telah kamu perbuat. Kamu mau kembali ke masa yang mana?" 
Dengan yakin dan jantan gue akan menjawab, " Tidak. Aku sudah menikmati alur dari kisah ku ini, jadi untuk apa aku mengungkit lembaran kisah lalu. Yang lalu sudah seharusnya dibiarkan berlalu. Biar yang menyakitkan jadi pelajaran, yang menyenangkan dikenang. Tak ada artinya menangisi masa lalu, biar kita jalani sebaik - baiknya kehidupan ini, tanpa keraguan, ketakutan, apalagi penyesalan. Biar aku menempuh jalan sebagai seorang lelaki sejati "

Lalu gue ngeloyor pergi, seperti adegan - adegan keren dalam komik, gue pergi, tanpa menoleh, hanya memperlihatkan punggung kepada si peri cakep yang masih berdiri membisu.
                                          ......... sekejap intermezzo 

Awesome!! nampaknya memang harus menjadi kata pembuka postingan kali ini. Ibarat commuter line yang melaju cepat, begitu lah kiranya alur kehidupan di 2015 ini. Bayangkan, bayangkan jika hidup adalah serangkaian gerbong commuter line. Kita berangkat dari satu titik, dengan sepercik semangat, harapan dan sebuah mimpi. Tak peduli idealis kah, realistis, atau bahkan sebuah impian yang terdengar konyol. Kita semua memulai dengan hal itu. 

Jam pemberangkatan tiba, perlahan kereta melaju. Meninggalkan titik awal, menuju sebuah tujuan. Berangkat bersama meski dengan tujuan yang mungkin berbeda - beda. Seiring derunya, kereta akan berhenti di sebuah stasiun. Pintu terbuka, penumpang naik dan turun. Dan seperti itulah kehidupan, diwarnai oleh mereka yang datang dan pergi. Pintu pun tertutup, dan perjalanan berlanjut. Kembali menyusuri setiap inchi rel. Sampai di stasiun berikutnya, dan berikutnya lagi. 

Perjalanan akan diwarnai hal lain, kereta yang mengalami gangguan perjalanan misalnya. Hingga kita harus tertahan cukup lama sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Bertemu dengan seseorang mungkin, semua random, tak direncanakan dan unpredictable. Sepanjang perjalanan mungkin kita menikmati lagu favorit, membaca harian olahraga, tertidur atau hanya melamun menatap jalan dari jendela. Kita juga bisa berbagi tawa dan cerita, juga keluh kesah. 


Mungkin kita mengagumi seseorang atau membuat penilaian negatif terhadap orang lain yang kita tidak kenal. Sampai pintu kereta terbuka, dan kita tersadar telah sampai di tujuan. Melangkah turun, sementara kereta kembali pergi. Semua telah berlalu, semua cerita dan tawa yang kita ikut ambil bagian di dalamnya. Momen - momen yang mungkin menyebalkan, momen - momen menyenangkan yang membuat kita tersenyum. Semua kita tinggalkan saat melangkahkan kaki turun dari kereta, sesaat setelah pintu kereta kembali tertutup, semua hilang berlalu. Menyisakan sebuah kekaguman atas apa yang telah kita lalui. 
Dengan senyum, tawa, atau mungkin amarah. Ekspresi setiap orang berbeda saat sampai di tujuan akhir mereka. Perjalanan usai. 

Tapi tidak benar - benar usai, karena kita masih akan melanjutkan kembali perjalanan. Menciptakan kembali titik mulai, Menunggu sebuah kereta, kereta datang, pintu terbuka dan kita kembali naik. Menuju tujuan akhir lainnya. Bersama semua momen baru, cerita baru. 

Terima kasih untuk semua support, inspirasi, bercandaan, kejutan, serta ekspresi jutek menyebalkan yang kadang bisa juga bikin kangen itu. Terima kasih untuk semua hal keren, menakjubkan, dan hal kecil yang memantik semangat. Semuanya akan kita tinggalkan. Menjadi sebuah cerita. Dan mari kita mulai sebuah kisah baru. 

 Bye 2015..
0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar:

Posting Komentar